DepokSpotLight – Kasus mutilasi terhadap pria berinisial K (51) di Depok masih terus didalami aparat kepolisian.
Selain memeriksa pelaku berinisial S, polisi juga masih melakukan pencarian potongan kaki korban yang diduga dibuang ke aliran sungai kawasan Kali Licin, Kecamatan Pancoran Mas.
Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai menggunakan bantuan anjing pelacak K9 dari Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa).
Sebelumnya, pelaku diduga menghabisi nyawa korban dengan cara menusuknya hingga tewas, kemudian memotong tubuh korban menjadi beberapa bagian sebelum membuangnya di lokasi yang berbeda.
Bagian badan korban ditemukan di kawasan lapangan Kavling Depkes, Kecamatan Pancoran Mas.
Sementara itu, bagian kaki diduga dibuang ke kawasan Kali Licin sehingga proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Panit 1 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Pendi Wibisono mengatakan, penyisiran dimulai sejak sekitar pukul 12.30 WIB.
“Dari setengah 1an kita mulai. Belum (ada hasil),” katanya, Kamis (6/8/2026).
Menurut Pendi, proses pencarian akan terus diupayakan semaksimal mungkin.
Namun, penyisiran dapat dihentikan sementara apabila kondisi anjing pelacak sudah kelelahan agar efektivitas pencarian tetap terjaga dan akan dilanjutkan kembali pada hari berikutnya jika diperlukan.
“Semaksimal mungkin, sampai ketemu. Anjingnya lagi istirahat, kalau dipaksakan ngga maksimal juga, karena kita kerja tergantung anjingnya, kalau lelah ya istirahat,” ujarnya.
Upaya pencarian di lapangan juga menghadapi kendala.
Tumpukan sampah yang menumpuk di sekitar pintu air membuat penyisiran menjadi lebih sulit dan memperlambat proses pelacakan.
Hingga Kamis sore, anjing pelacak belum menemukan tanda-tanda keberadaan potongan kaki korban.
“Belum ada,” pungkasnya.






















