DepokSpotLight – Sebanyak 30 pelaku UMKM di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kota Depok, dibekali kemampuan pemasaran digital melalui short course optimalisasi e-commerce.
Pelatihan ini diarahkan agar produk usaha lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Kegiatan berlangsung di Saung Telaga Biru, Perumahan Pesona Laguna, Cilangkap, Selasa (22/9/2026), melalui kolaborasi DAR Center UMKM Community dengan Kelurahan Cilangkap.
Praktisi digital marketing Isa Idris hadir sebagai pemateri.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pemanfaatan platform e-commerce serta strategi pemasaran digital untuk mengembangkan jangkauan produk UMKM.
Ketua Umum DAR Center, Ninik Rahayu, mengatakan UMKM memiliki posisi penting dalam menopang perekonomian yang berbasis masyarakat.
“UMKM salah satu core ekonomi rakyat. Keterlibatan UMKM akan memperkuat ketahanan ekonomi berbasis rakyat,” tutur Ninik.
Menurut Ninik, perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi membuat pelaku UMKM perlu beradaptasi dengan sistem digital.
Pemasaran melalui e-commerce dinilai dapat menjadi salah satu alternatif bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar tanpa terbatas lokasi dan waktu.
“Seiring dengan digitalisasi, pelaku UMKM perlu kemampuan e-commerce sebagai salah satu alternatif tata kerja UMKM, agar mampu menjangkau lebih banyak market, tidak terbatas ruang dan waktu,” jelasnya.
DAR Center, lanjut Ninik, berkomitmen melanjutkan program peningkatan kapasitas pelaku UMKM secara berkelanjutan.
Salah satu program yang disiapkan yakni penyusunan kurikulum pembelajaran berbasis daring.
Lurah Cilangkap Galih Catur Prasetya mengatakan pelatihan optimalisasi e-commerce menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku UMKM mengembangkan usaha sekaligus menyesuaikan diri dengan perubahan pola pemasaran.
Galih menyebut masih terdapat pelaku UMKM di Cilangkap yang menghadapi tantangan dalam persaingan usaha.
Salah satu kendalanya adalah pola pemasaran yang masih mengandalkan metode konvensional.
“Di antaranya kesusahan mereka bersaing dengan usaha sejenis yang memang secara strategi marketingnya berbeda. Kemudian terkait dengan pemasaran, karena memang masih banyak pelaku UMKM kita yang cara memasarkan produknya itu masih konvensional atau offline,” papar Galih.
Ia menambahkan, potensi UMKM di Kelurahan Cilangkap cukup beragam.
Selain usaha kuliner, terdapat pula pelaku usaha yang menghasilkan produk nonmakanan, seperti handicraft dan kerajinan tangan.
Anggota Komisi A DPRD Kota Depok, Gerry Wahyu Riyanto, mengatakan peningkatan kapasitas pelaku UMKM perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mereka mampu mengikuti perkembangan teknologi dan menghadapi persaingan pasar.
“Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan agar para pelaku UMKM memiliki kemampuan dan daya saing. Jangan sampai UMKM kita tertinggal karena tidak mengikuti perkembangan digital,” ucap Gerry.
Gerry berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sehingga pelaku UMKM di Kota Depok memiliki pilihan pemasaran yang lebih luas dan tidak hanya mengandalkan penjualan secara offline.
Kolaborasi antara pemerintah kelurahan, komunitas, legislatif, praktisi digital, dan pelaku UMKM menjadi salah satu upaya untuk memperluas peluang produk lokal masuk ke pasar digital sekaligus meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam menghadapi persaingan.
Program peningkatan kapasitas UMKM tersebut juga akan dilanjutkan DAR Center UMKM Community melalui rangkaian DAR Fest 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 10 hingga 20 November 2026.






















