DepokSpotLight – Pembangunan gapura baru di perbatasan Depok-Jakarta mulai mengubah wajah Jalan Margonda Raya, Beji.
Proyek tersebut kini memasuki tahap awal pengerjaan dan mengambil sebagian area pedestrian serta bahu jalan di depan Kampus BSI.
Pantauan di lokasi pada Selasa (1/9/2026) menunjukkan area proyek telah dikelilingi pagar pembatas.
Seng dan spanduk sosialisasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terpasang mengitari titik pengerjaan tanah serta struktur awal bangunan.
Proyek tersebut merupakan pembangunan Gapura Batas Provinsi Jawa Barat Lokasi 1 yang dikerjakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim).
Papan peringatan bertuliskan “Hati-hati Sedang Ada Pekerjaan Konstruksi” juga terlihat di sekitar lokasi.
Sejumlah kerucut lalu lintas atau traffic cone ditempatkan untuk membantu mengarahkan pengguna jalan agar berhati-hati saat melewati area proyek.
Berdasarkan spanduk proyek yang terpasang, gapura tersebut nantinya akan memiliki desain bernuansa putih dan berukuran cukup besar.
Bangunan itu dirancang sebagai penanda batas wilayah sekaligus wajah baru Jawa Barat bagi pengendara yang datang dari arah Jakarta.
Pengerjaan proyek yang berada di sisi Jalan Margonda Raya tersebut menggunakan sebagian ruang trotoar dan bahu jalan.
Meski demikian, arus kendaraan dari arah Jakarta menuju pusat Kota Depok pada saat pantauan masih berlangsung ramai lancar.
Pengendara yang melintas di sekitar proyek tetap perlu meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan kecepatan karena terdapat aktivitas konstruksi di sisi jalan.
Warga sekitar, Arief (44), mengatakan pembangunan gapura tersebut telah dimulai sejak pertengahan Agustus 2026.
Menurutnya, sebelum proyek baru dikerjakan, kawasan tersebut memang telah memiliki gapura yang menjadi penanda batas antara Jawa Barat dan Jakarta.
Namun, kondisi bangunan lama disebut sudah mengalami kerusakan karena usia.
Arief berharap pengerjaan gapura baru dapat berlangsung tanpa menimbulkan gangguan berarti bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.
“Selain gapura juga, moga jalan-jalan di Jabar, khususnya Depok dibenahi lagi,” ucap warga Beji itu.
Sebagai pengemudi ojek online, Arief menilai pembenahan infrastruktur jalan memiliki manfaat yang lebih langsung bagi masyarakat.
Ia berharap kualitas permukaan jalan serta fasilitas penerangan turut menjadi perhatian pemerintah.
Menurutnya, jalan yang memiliki kondisi aspal baik dan dilengkapi Penerangan Jalan Umum (PJU) akan lebih menunjang aktivitas masyarakat dibandingkan sekadar pembangunan gapura.
Meski demikian, ia tetap mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menata kawasan perbatasan agar terlihat lebih menarik.
Pembangunan gapura tersebut sebelumnya juga mendapat sorotan dari masyarakat.
Sebagian warga mempertanyakan prioritas pembangunan karena menilai pembenahan jalan utama di kawasan Depok-Jakarta lebih mendesak.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kemudian merespons berbagai masukan tersebut dengan menyiapkan sejumlah program infrastruktur untuk kawasan Depok.
Pemprov Jabar bersama Pemerintah Kota Depok berencana melakukan pengaspalan ruas jalan dari Bunderan Universitas Indonesia (UI) hingga kawasan Juanda.
Pekerjaan tersebut juga akan dilengkapi dengan pemasangan PJU.
Penataan tersebut diarahkan tidak hanya untuk memperbaiki kondisi jalan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pengguna jalan serta memperbaiki tampilan kawasan.
Selain perbaikan jalan, pemerintah juga menyiapkan sejumlah proyek untuk menangani persoalan kemacetan yang selama ini menjadi salah satu tantangan mobilitas di Depok.
Pemkot Depok dijadwalkan membangun flyover Margonda mulai tahun depan.
Infrastruktur tersebut disiapkan sebagai salah satu upaya untuk mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan Margonda.
Sementara itu, Pemprov Jabar akan mengambil peran dalam pembangunan underpass Citayam yang pembiayaannya bersumber dari anggaran pemerintah provinsi.
Pembagian peran antara Pemprov Jabar dan Pemkot Depok tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan persoalan transportasi sekaligus memberikan solusi yang lebih menyeluruh bagi masyarakat.
Dedi Mulyadi juga menegaskan bahwa berbagai pembangunan infrastruktur tersebut dapat terlaksana melalui dukungan masyarakat, salah satunya dari kontribusi pajak kendaraan bermotor.
“Makasih warga Jabar, di dalamnya warga Depok yang bayar pajak kendaraan bermotor, duitnya manfaat loh,” kata KDM, dikutip dari akun Instagramnya, Selasa (1/9/2026).
Berbagai proyek tersebut diharapkan dapat memberikan dampak terhadap kelancaran mobilitas masyarakat, terutama warga Depok dan pengguna jalan dari wilayah Jabodetabek.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan akan terus mengawal pembangunan infrastruktur strategis tersebut agar dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pokoknya Depok selalu ada di hati,” tutupnya.






















