DepokSpotLight – Warga di sejumlah wilayah Kota Depok, dibuat penasaran dengan kemunculan debu putih keabu-abuan yang mmenempel pada berbagai permukaan pada Minggu (6/9/2026) pagi.
Debu tersebut terlihat di sejumlah kawasan, salah satunya Beji.
Material berwarna putih keabu-abuan itu tampak sangat halus dan kering ketika disentuh.
Lapisan tipis debu terlihat menempel pada kaca kendaraan, dedaunan, helm hingga teras rumah.
Kendaraan yang semalaman terparkir di luar ruangan juga tampak kotor karena permukaannya tertutup debu.
Kemunculan material tersebut kemudian menjadi perbincangan warga.
Sejumlah warga menduga debu itu berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Di Beji, warga bernama Supardi (45) mengaku baru menyadari kondisi tersebut ketika melihat lantai rumahnya pada pagi hari.
Pada awalnya, ia menganggap debu yang menempel merupakan kotoran biasa.
Namun, setelah diperhatikan, warna dan teksturnya dinilai berbeda dari debu yang umumnya ditemukan di sekitar rumah.
“Ini mah tebal banget, teksturnya juga beda,” ucap dia.
Supardi kemudian membersihkan lantai rumahnya dengan menyapu material yang terlihat berwarna putih keabu-abuan tersebut.
Ia juga menduga debu itu berasal dari abu erupsi Gunung Anak Krakatau, meski belum dapat memastikan sumber material tersebut.
“Kayaknya abu erupsi Gunung Krakatau,” ungkapnya.
Kemunculan debu serupa juga dilaporkan warga di wilayah Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok.
Saifullah (28), warga setempat, mengatakan kendaraannya menjadi kotor setelah diparkir di luar rumah.
Ia bahkan menunjukkan material yang menempel pada jok sepeda motornya dengan menggoreskan jari pada permukaan tersebut.
“Nih abu Krakatau sampai Depok,” ungkap Saifullah.
Menurut Saifullah, kemunculan debu dengan kondisi yang tidak biasa itu membuatnya khawatir.
Terlebih, material tersebut terlihat cukup banyak menempel pada sejumlah permukaan di sekitar rumah.
“Semoga saja aman enggak bahaya, soalnya tebal debunya,” tutupnya.
Kemunculan debu putih keabu-abuan tersebut masih menjadi perhatian warga Depok.
Dugaan mengenai asal material dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pun perlu dipastikan melalui keterangan dan pemeriksaan dari pihak berwenang.
Warga diimbau tidak langsung menyimpulkan sumber debu sebelum ada informasi resmi mengenai fenomena tersebut.






















