DepokSpotLight – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta Pemerintah Kota Depok bekerja sama dengan Polres Metro Depok untuk mencegah praktik percaloan dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
Langkah tersebut dinilai penting agar warga tidak dirugikan oleh pungutan dalam mendapatkan pekerjaan.
“Saya bilang ke Pak Wali Kota, Pak Wali, nanti kerja sama dengan Pak Kapolres untuk tidak boleh lagi ada percaloan tenaga kerja yang dipungut. Karena itu sangat merugikan warga,” papar Dedi saat kegiatan Bursa Kerja Disnakertrans Jabar di PT YKK, Depok, Rabu (23/9/2026).
Dedi mengatakan iklim investasi di Depok dan wilayah Jawa Barat diharapkan terus berkembang dengan kondisi keamanan yang tetap terjaga.
Pertumbuhan investasi tersebut, menurut dia, perlu diikuti dengan semakin terbukanya kesempatan kerja bagi masyarakat.
Ia menyebut Bursa Kerja Online yang digelar menyediakan ribuan kesempatan kerja dan mendapat antusiasme tinggi dari pencari kerja.
“Mudah-mudahan ke depan perusahaan semakin terbuka untuk membuka lowongan kerjanya bagi warga agar kesempatan kerjanya makin terbuka,” ungkapnya.
Dedi menekankan pertumbuhan investasi di Jawa Barat harus berjalan seiring dengan penyerapan tenaga kerja lokal.
Menurutnya, keberadaan investasi dan lapangan pekerjaan tidak akan berdampak maksimal jika masyarakat Jawa Barat tidak mendapatkan kesempatan bekerja.
“Ya sebenarnya kan potensi kerja, kalau tidak diisi oleh warga Jawa Barat, walaupun investasi banyak tetap saja akan menganggur. Makanya investasi tumbuh, peluang kerja ada, orang Jabarnya harus kerja,” jelasnya.
Ia juga menyoroti kondisi tersebut di tingkat daerah, termasuk Depok.
“Jadi kalau kemudian peluang ada, investasi tumbuh, misalnya di Depok orang Depoknya nggak kerja, ya tetap saja pengangguran di Depok akan tinggi,” tuturnya.
Wali Kota Depok Supian Suri mengatakan Bursa Kerja Online menjadi salah satu upaya membuka akses pekerjaan bagi warga Depok dan masyarakat Jawa Barat.
Ia mengajak pencari kerja memanfaatkan lowongan yang tersedia dan mempersiapkan diri sesuai kebutuhan perusahaan.
“Jadi buat warga Depok yang belum punya atau belum dapat lapangan pekerjaan, jangan mengeluh, banyak kesempatan yang datang, segera manfaatkan kesempatan itu. Kita ikhtiar terus, mudah-mudahan dari sekian ikhtiar kita ada kesempatan yang bisa kita dapat. Salah satunya kegiatan lowongan pekerjaan yang bursa kerja online yang digagas oleh Provinsi Jawa Barat dan Kota Depok,” bebernya.
Supian menyebut Pemprov Jawa Barat dan Pemkot Depok juga telah menyediakan aplikasi pencari kerja.
Jawa Barat memiliki aplikasi Nyari Gawe, sementara Kota Depok menyediakan Ayo Gawe.
Melalui aplikasi tersebut, pencari kerja dapat melihat perusahaan yang membuka rekrutmen sekaligus jenis pekerjaan yang tersedia.
“Tadi ada 16 perusahaan dengan seribu lima puluh tujuh lapangan pekerjaan. Dan salah satunya tadi 100 orang itu diprioritaskan atau diperuntukkan untuk yang disabilitas, yang di Alfamart,” ujar Supian.
Menurut Supian, kegiatan bursa kerja tersebut diharapkan ikut membantu menekan angka pengangguran di Kota Depok yang disebut berada di kisaran 6,7 persen.
Pemkot Depok juga mendorong program magang di sejumlah tempat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan pencari kerja.
“Dan kami juga berharap dapat feedback yang positif dari warga yang membutuhkan lapangan pekerjaan dan menyiapkan dirinya untuk bisa masuk di klasifikasi yang dibutuhkan, persyaratan yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan,” tukas Supian.






















